Terbaru & Terpercaya
Mobile

Google Rilis Android 17 QPR3 Beta 1 untuk 23 Perangkat Pixel

Beta pertama pembaruan kuartal ketiga Android 17 terbit 2 Oktober 2026, berisi perbaikan bug sidik jari, eSIM, dan layanan seluler tanpa perubahan API.

Redaksi GTechUpdate
Redaksi GTechUpdate
• • 8 menit baca
Bagikan:
Mobile Google Rilis Android 17 QPR3 Beta 1 untuk 23 Perangkat Pixel

Google merilis Android 17 QPR3 Beta 1 pada 2 Oktober 2026, build pratinjau pertama untuk pembaruan platform kuartal ketiga Android 17. Beta ini tersedia untuk pengembang dan pengguna di 23 model perangkat Pixel serta Android Emulator di Android Studio. Berdasarkan catatan rilis resmi, isinya terutama perbaikan bug: dari macet saat membuka kunci dengan sidik jari, layanan seluler yang hilang, sampai eSIM yang gagal diaktifkan. Google menyebut QPR3 tidak membawa perubahan API.

Apa itu QPR dan di mana posisi QPR3

Android 17 sudah dirilis, dan Google tidak menunggu versi mayor berikutnya untuk memperbaikinya. Menurut dokumentasi resmi Android Developers, platform ini terus diperbarui dengan perbaikan dan peningkatan yang kemudian disalurkan ke perangkat yang didukung. Pembaruan itu datang lewat jadwal kuartalan bernama Quarterly Platform Releases (QPR). Setiap QPR dikirim ke AOSP (Android Open Source Project, basis kode terbuka Android) dan ke perangkat Google Pixel sebagai bagian dari Feature Drop.

Karena itu QPR3 bukan Android 18 atau versi mayor baru. Ia adalah rilis lanjutan di atas Android 17. Google menyebut Android 17 sebagai awal transisi menuju "sistem intelijen" (intelligence system), dengan standar pengembangan yang mengutamakan layar adaptif serta peningkatan privasi, keamanan, media, kamera, dan performa. QPR melanjutkan fondasi itu lewat perbaikan berkala.

Beta 1 QPR3 terbit tepat setelah fase akhir QPR2. Halaman catatan rilis QPR2 menunjukkan Beta 6.1 terbit pada 29 September 2026, hanya tiga hari sebelum Beta 1 QPR3. Beta pertama QPR2 sendiri terbit pada 20 Juli 2026, sehingga satu siklus beta QPR2 berjalan sekitar dua bulan lebih dan melewati tujuh build beta (Beta 1 sampai Beta 6.1).

Detail build Beta 1

Catatan rilis resmi memberi rincian teknis berikut untuk Beta 1:

Item Keterangan
Tanggal rilis 2 Oktober 2026
Nomor build DP11.260918.005 dan DP11.260918.006
Dukungan emulator x86 (64-bit), ARM (v8-A)
Tingkat patch keamanan 2026-08-05
Layanan Google Play 26.32.34

Dalam halaman unduhan, build DP11.260918.005 dipakai untuk keluarga Pixel 11, sedangkan DP11.260918.006 dipakai untuk model Pixel lainnya. Google menegaskan QPR3 tidak menyertakan perubahan API. Untuk pengembang aplikasi, artinya beta ini bukan pemicu penyesuaian kode. Meski begitu, Google tetap menyediakan image-nya agar aplikasi bisa diuji terhadap rilis ini, supaya pembaruan berjalan baik bagi semua pengguna.

Perangkat yang didukung

Build Beta 1 tersedia untuk perangkat Pixel berikut:

  • Seri Pixel 6 dan 7: Pixel 6a, Pixel 7, Pixel 7 Pro, dan Pixel 7a.
  • Tablet dan lipat: Pixel Tablet dan Pixel Fold.
  • Seri Pixel 8: Pixel 8, Pixel 8 Pro, dan Pixel 8a.
  • Seri Pixel 9: Pixel 9, Pixel 9 Pro, Pixel 9 Pro XL, Pixel 9 Pro Fold, dan Pixel 9a.
  • Seri Pixel 10: Pixel 10, Pixel 10 Pro, Pixel 10 Pro XL, Pixel 10 Pro Fold, dan Pixel 10a.
  • Seri Pixel 11: Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold.

Totalnya 23 model. Pengembang tanpa perangkat Pixel bisa memakai Android Emulator di Android Studio, yang mendukung arsitektur x86 (64-bit) dan ARM (v8-A).

Perbaikan bug dalam Beta 1

Google tidak mengumumkan fitur baru yang kasatmata di Beta 1. Daftar yang dipublikasikan berupa "top issues fixed" atau masalah utama yang diperbaiki. Dari daftar itu, perbaikannya bisa dikelompokkan menurut bagian sistem yang terdampak.

Keamanan perangkat dan biometrik

Beberapa perbaikan menyangkut cara pengguna membuka ponsel:

  • Perangkat membeku dan tidak merespons ketika dibuka dengan sensor sidik jari. Masalah ini dilacak lewat tiga nomor isu terpisah (#490719716, #514867650, dan #523022829).
  • Perangkat crash saat opsi "wajib mata terbuka" (require eyes to be open) dipilih di pengaturan Face Unlock (#466618368 dan #522677686).

Dua masalah ini menyentuh fungsi sehari-hari yang paling sering dipakai. Sidik jari yang membuat ponsel membeku termasuk gangguan yang langsung terasa.

Konektivitas dan layanan seluler

Kelompok perbaikan ini paling relevan bagi pengguna yang sangat bergantung pada sinyal:

  • Proses com.android.phone masuk crash loop dan layanan seluler hilang total saat modem melaporkan indeks slot SIM yang tidak terduga (#554049220).
  • Profil eSIM tidak bisa diaktifkan dan diam-diam kembali ke posisi mati di Pengaturan (#541436675).
  • Wi-Fi gagal tersambung ulang otomatis saat perangkat terbangun di latar belakang, ketika pemindaian PNO (preferred network offload) pada perangkat keras gagal atau tidak didukung (#551970385).
  • Layanan NFC crash dengan DeadObjectException dan berhenti mendeteksi tag setelah pemindaian pertama, di Android 16 (#456078994).
  • Pemutaran audio berhenti pada perangkat Bluetooth LHDC v5 yang aktif ketika perangkat kedua yang terhubung terputus (#554992287).
  • Titik yang muncul tanpa sebab pada ikon Data Seluler di Quick Settings (#551150806).

Audio, media, dan kamera

  • Perangkat output audio tidak bisa dialihkan saat memutar audio dari aplikasi yang tidak punya kontrol media aktif (#259180936).
  • MediaPlayer crash saat memproses tag atribut audio non-ASCII (#552043106).
  • Kamera depan tidak berfungsi saat perekaman layar aktif (#523313834).
  • Gambar kamera berputar 90 derajat pada aplikasi panggilan video yang dipakai di layar eksternal dalam mode desktop (#432390710).

Antarmuka dan stabilitas aplikasi

  • Aplikasi crash ketika mencoba memulai foreground service dari ubin Quick Settings (#299506164).
  • Aplikasi panggilan crash dengan ForegroundServiceStartNotAllowedException ketika menangani panggilan sesaat setelah perangkat dinyalakan ulang (#409069722).
  • Aplikasi membeku dan memicu galat Application Not Responding (ANR) saat dibuka (#484969809 dan #475406236).
  • Ikon aplikasi di menu aplikasi tampil dengan jarak berlebih (#316288379 dan #300758716).
  • Pratinjau aplikasi gagal tampil di layar aplikasi terbaru (#515091621).
  • Masalah antarmuka saat berpindah kembali ke layar utama dari sebuah aplikasi (#566639975).

Baterai dan pengaturan

  • Baterai terkuras berlebihan saat perangkat diam, ketika fitur Flip to Shh diaktifkan (#560036427).
  • Aplikasi Pengaturan crash saat membuka pengaturan baterai (#554603197).

Konteks: apa yang sudah ada di QPR2

Beta 1 QPR3 berfokus pada perbaikan, tetapi QPR2 yang berjalan tepat sebelumnya memuat satu perubahan keamanan yang relevan bagi pengguna Indonesia, yang akrab dengan penipuan berbasis telepon. Menurut catatan rilis QPR2, Android 17 QPR2 membatasi penerusan panggilan (call forwarding) yang dijalankan secara terprogram.

Sistem kini mengurai dan membatasi secara selektif kode USSD penerusan panggilan, seperti *21#, yang dijalankan lewat API TelephonyManager.sendUssdRequest(). API itu tidak lagi bisa dipakai untuk kode penerusan panggilan hanya dengan izin CALL_PHONE. Aplikasi biasa yang mencoba menjalankannya di latar belakang akan diblokir dan menerima callback USSD_ERROR_NOT_ALLOWED. Pengguna yang mengetik kode penerusan panggilan sendiri di aplikasi telepon bawaan sistem kini melihat dialog konfirmasi tingkat OS sebelum perintah dijalankan.

Google menjelaskan langkah ini sebagai pertahanan terhadap penipuan rekayasa sosial. Permintaan USSD yang bukan untuk penerusan panggilan, seperti transfer uang seluler dan pengecekan akun, tidak terpengaruh. Bagi pengembang yang aplikasinya terdampak, Google menyarankan menangani kegagalan USSD_ERROR_NOT_ALLOWED dengan baik, atau beralih ke intent ACTION_DIAL agar nomor terisi otomatis di dialer dan pengguna mengonfirmasi sendiri.

Perubahan ini tercatat di QPR2, bukan di QPR3 Beta 1. Pembaruan kuartalan bersifat kumulatif, jadi QPR3 dibangun di atas rilis sebelumnya.

Cara mencoba QPR3 Beta 1

Google menyediakan dua jalur: Android Flash Tool dan pemasangan manual. Dokumentasi resmi memberi peringatan keras bahwa pindah dari build produksi ke beta, atau sebaliknya, memerlukan reset perangkat penuh yang menghapus semua data pengguna. Cadangkan data lebih dulu.

Lewat Android Flash Tool

Android Flash Tool berjalan di peramban yang mendukung WebUSB, seperti Chrome atau Edge 79 ke atas. Tidak perlu memasang alat tambahan, tetapi perangkat harus dibuka kuncinya dan USB Debugging harus aktif di opsi pengembang.

  1. Cadangkan semua data di perangkat Pixel.
  2. Aktifkan opsi pengembang, lalu nyalakan USB Debugging.
  3. Sambungkan perangkat lewat USB ke komputer.
  4. Buka Android Flash Tool untuk QPR3 Beta 1 di Chrome atau Edge.
  5. Ikuti panduan di layar sampai proses selesai.

Lewat flash manual

Pengembang yang butuh kendali lebih atas lingkungan uji, misalnya untuk sering memasang ulang, bisa mengunduh image sistem dari halaman unduhan dan memasangnya secara manual. Tiap model punya berkas sendiri, misalnya berkas bluejay_beta-dp11.260918.006-factory untuk Pixel 6a. Setiap berkas disertai checksum SHA-256 untuk memverifikasi unduhan.

Setelah beta terpasang

Setelah build beta dipasang, perangkat otomatis terdaftar dalam program Android Beta for Pixel dan terus menerima pembaruan lewat udara (OTA) ke build beta terbaru, termasuk QPR, sampai pengguna memutuskan keluar dari program. Untuk kembali ke build publik, pengguna perlu mem-flash image pabrik build stabil lewat Android Flash Tool atau halaman Factory Images for Nexus and Pixel Devices. Langkah ini pun menghapus seluruh data di perangkat.

Siapa yang sebaiknya memasang beta ini

Google menyatakan Android 17 QPR3 Beta terbuka untuk pengembang dan pengguna. Namun syarat yang dipublikasikan Google perlu dibaca sebelum memasang. Ketentuan unduhan menyebut bahwa implementasi sebagian fitur masih dalam pengembangan, bahwa pengguna tidak boleh mengandalkan fungsi lengkap seperti rilis stabil, dan bahwa versi pengembangan SDK dapat memuat galat, cacat, dan kerentanan keamanan. Ketentuan itu juga menyebut bahwa Google dapat mengirim elemen SDK ke perangkat lewat pembaruan otomatis.

Dengan peringatan itu, pertimbangan praktisnya:

  • Pengembang aplikasi punya alasan paling kuat untuk mencoba, terutama jika aplikasinya bergantung pada audio, panggilan, NFC, kamera, atau layanan latar depan. Banyak perbaikan di Beta 1 menyentuh area itu.
  • Pengguna umum sebaiknya menimbang risiko. Ponsel utama yang dipakai untuk bekerja, perbankan, atau komunikasi bukan perangkat yang ideal untuk build pratinjau, mengingat reset penuh diperlukan saat berpindah dan saat kembali.
  • Pemilik Pixel di luar daftar 23 model tidak bisa memakai build ini.

Cara memberi masukan

Google meminta pengembang dan pengguna melaporkan masalah lewat issue tracker resmi Android. Halaman dokumentasi juga menyediakan tautan untuk melaporkan bug platform dan bug dokumentasi. Setiap perbaikan pada daftar di atas dirujuk dengan nomor isu, sehingga laporan yang masuk lewat jalur itu bisa ditelusuri statusnya oleh pengembang.

Yang belum diketahui

Ada beberapa hal yang tidak disebut dalam sumber resmi sehingga tidak bisa dipastikan:

  • Tanggal rilis stabil QPR3 untuk pengguna umum. Halaman yang dikaji tidak mencantumkan jadwalnya.
  • Daftar fitur baru yang dibawa QPR3 melalui Feature Drop. Catatan rilis Beta 1 hanya memuat perbaikan bug, bukan fitur.
  • Ketersediaan, harga, dan jadwal pembaruan di Indonesia. Dokumentasi pengembang tidak membahas pasar tertentu.

Pembaca yang ingin memantau perkembangan dapat mengikuti halaman catatan rilis Android 17 QPR3 di Android Developers, yang diperbarui pada 2 Oktober 2026 dan akan memuat beta berikutnya. Jika pola QPR2 berulang, di mana Beta 1 diikuti beberapa beta susulan dan satu versi 6.1, QPR3 kemungkinan juga akan menerima beberapa pembaruan beta sebelum rilis akhir. Itu perkiraan berdasarkan pola QPR2, bukan pengumuman dari Google.

Redaksi GTechUpdate

Redaksi GTechUpdate

Kontributor Redaksi

Tim jurnalisme teknologi GTechUpdate yang meliput inovasi perangkat keras, kecerdasan buatan, dan tren komputasi global.

Artikel Terkait

Lihat Semua →