Terbaru & Terpercaya
Sains

Eksplorasi Fusi Nuklir Magnetik: Reaktor Tokamak Mencapai Rekor Plasma Stabil Baru

Kemajuan magnet superkonduktor suhu tinggi membawa impian energi bersih tanpa batas semakin dekat ke tahap implementasi komersial.

Siti Rahma
Siti Rahma
• • 2 menit baca
Bagikan:
GTechUpdate Tech Banner
Foto: GTechUpdate Tech Banner

Fusi nuklir — proses yang memberi daya pada matahari — sering disebut sebagai tujuan akhir energi bersih. Fasilitas tokamak eksperimental mencatat rekor penahanan plasma bersuhu 100 juta derajat Celsius dalam durasi yang semakin stabil.

Mengapa harus sepanas itu

Inti atom bermuatan positif dan saling menolak. Agar deuterium dan tritium cukup dekat untuk melebur, tolakan elektrostatik itu harus dikalahkan, dan satu-satunya cara praktis adalah memberi keduanya energi kinetik yang sangat besar — yang berarti suhu ratusan juta derajat.

Pada suhu itu materi berada dalam wujud plasma, dan tidak ada wadah fisik yang sanggup menyentuhnya. Karena plasma terdiri dari partikel bermuatan, ia dapat ditahan oleh medan magnet — dan itulah prinsip kerja tokamak.

Magnet superkonduktor yang mengubah perhitungan

Pencapaian terbaru dimungkinkan oleh magnet superkonduktor berbahan REBCO, yang mampu menghasilkan medan magnet jauh lebih kuat daripada material generasi sebelumnya dan bekerja pada suhu yang lebih mudah dipertahankan.

Signifikansinya terletak pada matematika penahanan: kualitas penahanan plasma meningkat kira-kira sebanding dengan pangkat empat kekuatan medan magnet. Melipatgandakan kekuatan medan memungkinkan reaktor yang jauh lebih ringkas mencapai kondisi yang sama — dan ukuran reaktor adalah penentu utama biaya pembangunannya.

Membaca klaim "energi bersih positif"

Istilah ini perlu dibaca dengan cermat karena dipakai untuk dua hal yang sangat berbeda. Yang biasa dilaporkan adalah perbandingan antara energi yang dihasilkan reaksi dengan energi yang masuk ke plasma.

Angka yang menentukan secara komersial adalah perbandingan terhadap energi yang masuk ke seluruh fasilitas — termasuk magnet, sistem pendingin, dan pemanas — serta efisiensi mengubah panas menjadi listrik. Jarak antara kedua definisi itu masih besar, dan di situlah pekerjaan rekayasa yang tersisa berada.

Pekerjaan yang belum selesai

Tantangan berikutnya bersifat material, bukan fisika plasma. Dinding reaktor harus menahan bombardir neutron berenergi tinggi selama bertahun-tahun tanpa kehilangan integritas struktural. Tritium juga tidak tersedia di alam dalam jumlah memadai dan harus dibiakkan di dalam reaktor itu sendiri — proses yang belum pernah didemonstrasikan pada skala penuh.

Transisi dari fisika eksperimental ke pembangkit listrik komersial kini menjadi target konsorsium energi global. Kemajuannya nyata, dan waktunya masih diukur dalam dekade.

Siti Rahma

Siti Rahma

Kontributor Redaksi

Peneliti AI dan Machine Learning dengan fokus pada efisiensi model inference dan arsitektur transformer.

Artikel Terkait

Lihat Semua →